Investigasi Rache lvennya Beserta Komentar Para Netizen Yang Cemburu BQ News
Source Image : Kompas.com

Investigasi Rache lvennya Beserta Komentar Para Netizen Yang Cemburu

Salah satu selebgram paling terkenal di Indonesia yaitu rachelvennya kembali menjadi perbincangan hangat. Rachel vennya yang baru saja pulang dari Amerika mengakui bahwa tidak melakukan karantina sesuai dengan anjuran pemerintah. Selebgram satu ini juga mengaku membawa anaknya yang berusia 12 tahun terbang menuju Bali. Saat penerbangan dibatasi untuk penumpang 12 tahun keatas.

Menurut ya iya bisa membawa anaknya pergi menuju Bali karena ada kontrak kerja dengan salah satu agen perjalanannya. Lalu bagaimana pendapat satgas tentang perjalanan udara membawa anak dibawah 12 tahun. Jurubicara satgas Wiko Adisasmito menegaskan kelonggaran itu hanya diizinkan untuk anak yang ikut perjalanan dinas atau alasan pindah tugas.

Selain alasan tersebut membawa anak dibawah 12 tahun berpergian antara kabupaten kota dan provinsi tidak dibenarkan sama sekali. Aturan itu jelas tertuang dalam surat edaran satgas penanganan covid 19 nomor 17 tahun 2021 dan surat edaran kementerian perhubungan nomor SE 63 tahun 2021. 2 aturan tersebut menegaskan bahwa anak-anak dibawah 12 tahun dilarang untuk melakukan penerbangan udara antar provinsi atau kabupaten kota.

Sementara itu Alexander Ginting sebagai ketua bidang penanganan kesehatan satgas covid 19 mengatakan aparat keamanan yang nanti menentukan apakah selebgram tersebut melanggar aturan atau tidak. Kita harus menunggu aparat hukum untuk memutuskannya lanjutnya. Beliau juga mengatakan semua pihak yang berkaitan dengan kasus kaburnya rachelvennya akan segera diperiksa dan diberikan tindakan tegas.

Berikut ini adalah beberapa komentar para masyarakat di salah satu akun YouTube boy William

Dari Ramos Fransiskus : Buat mba Rachel Vennya, jadi kamu enak loh. Bisa ngehindarin karantina, dengan alasan yg gak jelas. Aku Ramos, kerja disuatu kantor di Jakarta. Mama aku meninggal dunia tgl 25 September kemaren dan aku posisinya lagi dinas di Kamboja. Tp tau gak kalo aku tetep harus karantina biarpun dengan keadaan seperti itu. Krna ktanya takut varian baru covid masuk ke Indo. Pasti ngertilah perasaan org kayak aku hancurnya gmna. Dan pada akhirnya mmg aku gak sempet liat jenazah mama aku. Cuman bisa liat dia lewat video call dan ketemu kuburannya saja. Percaya deh mba, hati org2 kek saya ini sakit ngeliat mba yg bisa hindarin karantina dengan alasan “kangen anak2” trus abis itu party berhari2 di bali. Miris mmg

Dari Rabiah Al adhawiyah : Kami para pelajar dan mahasiswa rela diem dirumah selama 1tahun lebih bahkan hampir 2th, gabisa belajar di sekolah. Otak udah gapaham materi, hati sakit karena covid ga kelar kekar,rela tahan diri untuk ngga keluar jauh. Pas liat ada orang yang tega kabur pas karantina sakitnya dihati bukan maen.

Dari Ghingin Fitri Maresa Kangen dengan anak” Apakabar dengan ibu yg melahirkan dgn positif covid?? Saya pd saat melahirkan dinyatakan positif Covid, lahiran tidak boleh ditemani sama suami maupun keluarga. Melahirkan anak pertama, yg blum tau pengalaman melahirkan seperti apa, dan sakitnya gimana melahirkan normal. Saat anakku lahir , Kami langsung dipisahkan. Anak yg saya tunggu 9bln tidak dapat saya gendong, peluk, cium dan wajahnya pun saya tidak tau seperti siapa. Di hari itu hanya liat wajahnya melalui foto yang dikirim oleh suami. Setelah keluar dari RS harus isoman. Saya dan anak belum bisa berkumpul, Kami pisah rumah karna saya takut akan menular. Dan Alhamdulillah skrg sudah kumpul lg sama suami & anak. Semoga kita semua sehat sllu ❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *