Securities Crowfunding : Resiko dan Pengenalan

Jenis investasi securities crowfunding menjanjikan imbal hasil yang tinggi namun sebelum itu kita harus paham dengan risiko sebelum bergabung. Investasi ini memungkinkan kita untuk memiliki bisnis tanpa ikut mengelolanya lewat skema securities crowdfunding, Atau biasa kita singkat dengan SCF.

Skema bisnis ini menggunakan metode pengumpulan dana dengan cara patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha mulai mengembangkan usaha mereka. Saya investor dapat membeli dan mendapatkan saham, surat bukti kepemilikan atau obligasi serta surat tanda kepemilikan bersama dari pemilik usaha yang menggunakan sistem ini. Heinrich Vincet sebagai CEO PT investasi digital musantara menjelaskan bahwa sistem investasi seperti ini mirip dengan bursa efek Indonesia (BEI).

Hal ini dikarenakan penerbitan dan penitipan kolektif yang dilakukan di bank kustodian dan KSEI. Namun Dani ada perbedaan diantara dua jenis investasi tersebut diisi kritis penting yang lebih mengutamakan divided investing atau imbal hasil dari bisnis sektor riil. Sedangkan untuk saham Pi lebih berorientasi kepada capital gain saat saham terjual ke investor lain.

Tentunya Hendri juga mengatakan bahwa investor securities perbanding juga masih dapat menjual saham mereka melalui pasar sekunder masing-masing platform. Namun sayangnya likuiditas pasar security school banding belum bisa dikatakan sebaik BEI. Namun jenis investasi ini juga memiliki keuntungan tersendiri yaitu sebagai seorang investor yang dapat terlibat langsung dan memberikan masukan ke bisnisnya. Sejauh ini pendapatan di FIZR sudah menghasilkan omzet sekitar 141 miliar per Maret 2022. Dan juga dapat memberikan lebih dari 9 miliar return tertinggi 58% per tahun.

Perencana keuangan oneshildt Budi Rahardjo mengatakan bahwa tawaran imbal hasil dari investasi securities crowfunding memang tinggi. Resiko yang cukup tinggi mengingat beberapa platform yang mencari investor melalui sistem ini merupakan perusahaan yang yang bukan berskala besar seperti perusahaan terbuka di bursa efek. Budi juga mengatakan bahwa resiko investasi lebih tinggi karena likuiditas saham tidak setinggi di pasar modal. Investor juga harus paham potensi dan keuntungan dari scf bukan capital gain saham tetapi dari dividen bisnis

Baca Juga :  Peluang Bisnis Selama Pandemi Yang Menjanjikan Keuntungan Besar